3 bulan yang lalu tepat tanggal 11 November, Rasa sakit yang ica rasa udah ga bisa di tahan lagi, seluruh tubuh serasa ga bisa lagi digerakan, semuanya udah terasa sakit, badan terasa panas, buat berdiripun susah. Karna semua udah ga bisa dikendaliin, dengan cepat tanggap dibawalah ke rumah sakit. Emang gejala semuanya ga singkat,semua dirasa hampir sebulan dengan kondisi setiap siang,malam dan sore demam.
Kenapa ga dibawa ke rumah sakit pas sudah tau sakit? Karna tuntutan ujian yang mengharuskan menahan semuanya ini.
Mamah,
Mamah berkerja berangkat pagi tapi tetap bisa pulang siang karna ia adalah seorang pahlawan tanpa jasa.
Dia yang rela menunggu saat sakit bahkan bukan hanya menunggu tapi juga merawat.
Dia rela meninggalkan "anak orang" untuk diberi ilmunya demi merawat anaknya.
Dia mau mondar-mandir sana sini, memanggil suster, membeli makanan yang ica mau.
Dia bisa membuatkan makanan yang ica mau saat sakit meskipun ia bukan seorang koki.
Dia tetap masih merawat ica meskipun udah dibawa pulang kerumah
Tapi, ica memang salah dan sangat bodoh.
Saat baru aja sembuh tp ica malah pergi kekampus cuma karna mau dateng acara aja dan tiba-tiba mamah nelfon dengan rasa penuh kekhawatiran dan kekecewaan.
Kekhawatiran yg baru sembuh tapi udah pergi
dan
Kekecewaan yang selama ini merawat tapi seperti tidak dihargai
Ica bisa mendengar semua itu meski hanya di dalam telfon.
Hari ini, 11 Maret mamah udah ngerawat ica selama 19 tahun.
Terima kasih banyak kepada mamah yang telah bersusah payah, mengorbakan nyawanya dan menahan sakit sampai 57 del padahal tubuh manusia hanya bisa menahan rasa sakit sampai 45 del.
Tidak ada yang bisa mengganti ketulusan mamah
Terima Kasih, Mah..
11/03/16
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar